Minggu, 19 September 2010

wawancara imaginer

idealisme hanya sebuah teori

Sebuah gagasan gagasan imaginer utopis



Tetapi

Aku memahami jalan hitam dan putih

Aku memahami dogma-dogma normative dari sebuah teks suci



Tetapi

Dimanakah nalar-nalar teks itu?

Dimana aku harus menjalankannya

Barangkali aku hanya menganggap teks itu hanya sebuah monolog

Membaca, menghafal tapi aku tak kuasa menjalankannya



Teks suci

Maafkan hanya menjadikanmu sebagai monolog

Memahamimu secara monolog sudah menjadi kebanggaan manusia

Sudah menjadi tolak ukur kesucian manusia

Sudah menjadi panutan

Merekalah manusia alim yang menjadi panutan agamamu sekarang ini





sebuah inspirasi ternyata harus menempuh jalan panjang

dan keberanian untuk membuka mimpi



tetapi,

di manakah eksistensi bersembunyi

dalam tahun-tahun pengembaraan?



di manakah mimpi berujung

dalam ruang kesendirian?



barangkali soltaire bisa menjawab,

melalui suara kesenyapan



anak-anakku, jadilah pegawai negeri,

karena kerjanya gampang,

cukup apel pagi, selebihnya baca koran

ambil gaji pada awal bulan



pegawai negeri,

kerja melompong, tak peduli kantong kosong

masih ada proyek yang bisa dicolong

yang penting omong kosong



pegawai negeri

tidakkah kau tahu?

lencana jabatan di dadamu itu sebenarnya jengkol?

bentuk dan rupanya memang jengkol

apalagi baunya, jelas jengkol!



bau jengkol lencana jabatan

dari bangkai busuk korupsi dan gratifikasi

yang disebut insentif prestasi



Hidup Pegawai Negeri!

Hidup Jengkol!



by ali asghar

Rabu, 25 Maret 2009

SEJARAH SINGKAT MA AL HIDAYAT

Sosok seorang Kyai di kota Lasem yang sudah tidak asing lagi bagi kita yakni “ K.H. Zainuddin Maftuchin, L.c “merupakan salah satu cucu dari Mbah Ma’shum, pendiri PP. Al Hidayat ,yang mampu mendirikan sebuah sekolah yang berada dibawah naungan pondok pesantren.

Betapa besar perjuangan beliau dalam mendirikan sekolah kita tercinta yakni MA AL HIDAYAT yang kita kenal dengan sebutan MALIDA. Dalam pendirian sekolah ini, antara para Masyayikh dan para alumni banyak terjadi kontroversi. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan gagasan pendirian sekolah pesantren tersebut.

Meskipun banyak terjadi kontroversi, akhirnya pada tahun 2000 K.H.Zainuddin M,Lc beserta para Masyayikh mendirikan MALIDA ini. Alasan beliau dalam mendirikan MALIDA adalah untuk memfasilitasi masyarakat khususnya para santri PP. Al Hidayat untuk belajar tentang Ilmu Pengetahuan Umum.

K.H. Nur Kholish adalah kepala sekolah pertama kali sejak didirikannya MALIDA. Beliau menjabat kepala sekolah dari periode 2000-2006. Dan setelah itu digantikan oleh Hj. Durrotun Nafisah, S.Ag sampai sekarang. Selain sebagai Kepala Madrasah MALIDA, beliau juga menjabat sebagai anggota DPRD Kab.Rembang.

MALIDA yang sudah 8 tahun berdiri memiliki 1 jurusan “ IPS”. Akan tetapi didalamnya banyak mencakup pelajaran-pelajaran yang bersifat agamis seperti:

  1. Fiqih Lokal (Fathul qorib)
  2. Tasawwuf
  3. Mantiq
  4. Muhaddatsah
  5. Metode dalam membaca kitab kuning

Sekolah ini memang sengaja dikonsep dengan pelajaran ilmu agama dengan tujuan agar para siswa bisa mempelajari segala ilmu pengetahuan baik yang bersifat agamis maupun nasionalis.

Dari pihak sekolah berharap setiap kelulusan, siswa bisa mendapatkan beasiswa kuliah ke Timur Tengah yakni di Universitas Al-Ahgaff yang berdomisili di Yaman. Hingga sekarang masih ada Alumni yang study di Al-Ahgaff Republik Yaman.

Pada periode 2007/2008 nama MALIDA terangkat drastis karena mendapat sebuah penghargaan “Juara 1” se- karisisidenan Pati( Kab. Rembang, Kab. Pati, Kab. Blora, Kab Kudus, Kab. Grobogan, Kab. Demak, Kab. Jepara ) dalam lomba Debat Politik & Konstitusi di gedung DPRD Kudus

VISI & MISI MADRASAH

  • VISI

“ Berilmu, Berprestasi, dan Berakhlaqul Karimah”

  • MISI

1. Mewujudkan generasi ummat yang tekun melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah

2. Mewujudkan generasi ummat yang santun dalam bertutur dan berperilaku

3. Mewujudkan generasi ummat yang berilmu tinggi

4. Mewujudkan generasi ummat yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik sebagai bekal melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan atau hidup mandiri

5. Membina generasi muda yang siap fisik dan mental dalam menghadapi kehidupan yang penuh persaingan


MADRASAH ALIYAH AL HIDAYAT LASEM

PROFILE
  • NAMA MADRASAH : Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem
  • NSM MADRASAH : 31-2-23-17-12-369
  • NSPN : 20315900
  • KEPALA MADRASAH : HJ. Durrotun Nafisah, S.Ag
  • PROPINSI : Jawa Tengah
  • KABUPATEN : Rembang
  • KECAMATAN : Lasem
  • DESA : Soditan
  • JALAN & NOMOR : Jl. Gambiran No. 44 Soditan Lasem Rembang Jateng Indonesia
  • KODE POS : 59271
  • TELEPON : (0295) 531919
  • HP : 081 325 317 325
  • DAERAH : Perkotaan
  • STATUS MADRASAH : Swasta
  • KKM : KKM se - MAN Lasem
  • AKREDITASI : B (Baik)
  • SK AKREDITASI : Kw. 11.4/4/PP.03.2/625.17.04/2005
  • SK PENDIRIAN MA : Wk/5.a/PP.03.2/2565/200
  • TANGGAL : 24 Juli 2000
  • TAHUN BERDIRI : 2000
  • KBM : Pagi
  • LOKASI MADRASAH : Pondok Pesantren
  • PENYELENGGARA : Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem